Posted by on 5 Oktober 2019

Malam ini, ruang tamu yang selama ini menjadi tempatku bersua dengan sahabatku Lenovo, kembali menyaksikan tarian jemariku di atas panggung papan. Papan yang dimaksud bukan papan yang bermaterikan kayu atau triplek. Melainkan papan seperti layaknya permainan PUMP di sebuah arena Timezone alias papan ketik.
Tulisan ini bukan tentang teknologi yang makin hari bertambah gila pesatnya, dan juga bukan tentang bantuan pendidikan yang bisa menunjang biaya sekolah, namun ini ragam kemampuan dan potensi yang dimiliki umat manusia.
Setiap manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam bentuk sebaik-baiknya. Ada yang berkulit hitam, kulit putih, pendek, tinggi, hidungnya mancung, bahkan tangannya panjang. Namun bukan berarti mereka yang tangannya panjang itu suka mencuri xD hehehe….
Orang yang berkulit hitam, menurut penelitian mereka akan lebih tahan akan serangan kanker kulit karena pigmen melanin yang mempoteksi dari sinar matahari. Sementara bagi sebagian masyarakat menilai bahwa kulit putih memiliki aura yang lebih mempesona karena memancarkan keindahan pada mata yang melihatnya. Orang pendek memiliki kecepatan yang lebih dalam merasakan sentuhan pada ujung kakinya ketimbang orang tinggi. Perbedaan itu memiliki kelebihannya masing-masing.
Perspektif itulah yang berhasil hinggap dalam Random Access Memory yang bekerja pada otakku. Orang buta, tuli, daksa bahkan Orang dengan Gangguan Jiwa sekali pun mempunyai kelebihan yang dimaksud.
Orang buta tentu akan lebih mengandalkan pendengarannya sehingga terbiasa dan tanggap terhadap suara yang mereka dengar. Sementara orang tuli dengan kemampuan bahasa isyaratnya mampu membaca gerakan tubuh lebih cepat bahkan menurut penelitian yang dijabarkan dalam halaman detikhealth mereka mampu mendeteksi kemungkinan-kemungkinan dari tingkah atau gerak fisik orang lain.
Semuanya berbaur menjadi rumpun kemasyarakatan yang bersatu tanpa memandang perbedaan agama, budaya, suku, bahkan fisik dan kemampuan sensorik. Bukankah itu menjadi satu tanda kemajuan suatu negara? Yang mana orang-orang miskin, anak terlantar, dan orang dengan kemampuan yang berbeda itu dapat diberdayakan untuk kesejahteraan sosial?
Posted in: Essayku..., Motivasi

Comments

Be the first to comment.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*